Tips-Memulai-Bisnis-Jasa-Sewa-Tenda

Pada akhir bulan-bulan ini biasanya banyak pasangan yang melangsungkan pernikahan. Lazimnya acara pernikahan, pasti membutuhkan tenda. Di bulan tersebut pula banyak pelaku bisnis jasa sewa tenda yang meraup keuntungan.

Kebutuhan akan pemakaian tenda sebenarnya tidak hanya pada acara pernikahan saja. Di luar acara tersebut, tenda juga dibutuhkan. Misalnya, ketika membuat hajatan seperti khitanan, 7 bulanan, acara pengajian juga membutuhkan tenda.

Tips Memulai Bisnis Jasa Sewa Tenda Dengan Mudah

Bahkan, dalam acara seperti pemakaman pun terkadang tenda dibutuhkan.

Mengingat banyaknya yang membutuhkan tenda, Anda dapat memanfaatkan peluang ini untuk memulai usaha jasa sewa tenda. Berikut ini tipsnya yang telah kami dapatkan dari bisabisnis.

1. Modal

Jika Anda berniat memulai usaha menyewakan tenda tetapi hanya memiliki sedikit modal, cobalah untuk membuat bengkel las terlebih dahulu.

Mengapa? Karena bengkel las dan jasa sewa tenda sangat berkaitan. Bahkan, bengkel las sebagai kunci utama menyukseskan usaha ini.

Untuk membuat bengkel las, setidaknya modal kurang dari 10 juta cukup untuk membuat bengkel las. Modal tersebut dapat digunakan untuk membeli mesin las, gerinda, bor tangan, hingga gerinda potong.

Cobalah untuk mengecek harga mesin-mesin tersebut di toko material.

Ketika bengkel las sedang sepi pelanggan, Anda bisa meminta para pekerja untuk membuat tenda.

Dengan demikian, Anda tetap bisa menjalankan bengkel las dan membuat tenda secara bersamaan. Dengan sistem ini Anda juga akan mendapat dua keuntungan, yaitu dari bengkel las dan membuat tenda.

2. Menentukan cara pemasaran

Tips penting kedua untuk memulai membuka usaha sewa tenda yaitu menentukan cara pemasaran. Sebenarnya, cara pemasaran di zaman sekarang bisa dilakukan dengan banyak cara seperti melalui media sosial dan sebagainya.

Sayangnya, tidak ada yang tahu dari jalan mana pelanggan akan datang. Sehingga, sebaiknya pelaku usaha sewa tenda harus mencoba segala jenis pemasaran. Pemasaran bisa dilakukan dengan mencari rekan yang memiliki usaha yang berkaitan seperti jasa event organizer atau perusahaan catering.

Dengan memiliki rekan untuk diajak kerja sama, setidaknya Anda telah membuka jalan agar jasa sewa tenda Anda dikenal orang. Pemasaran melalui internet bisa dilakukan dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, instagram, dan sebagainya.

3. Mencari pihak untuk diajak kerja sama

Dalam usaha jasa sewa tenda, Anda tak harus menganggap bahwa kompetitor adalah lawan. Alih-alih menganggapnya sebagai lawan, sebaiknya Anda mengajak berteman kompetitor bisnis Anda. Kenapa? Karena hal ini bisa sangat menguntungkan Anda.

Anda bisa mengajak kompetitor Anda untuk bekerja sama. Misalnya, ketika Anda memiliki banyak pesanan sehingga tenda yang Anda miliki sudah dipesan semua, Anda dapat melimpahkan pesanan tersebut ke kompetitor Anda.

Anda bisa mengajukan semacam kerja sama dalam bentuk pembagian fee untuk setiap pesanan yang Anda limpahkan. Dengan cara ini, Anda dan kompetitor Anda bisa saling berbagi keuntungan. Selain itu, kemungkinan besar Anda akan semakin disegani kompetitor Anda.

4. Menghitung keuntungan

Langkah terakhir yang bisa dilakukan untuk memulai usaha sewa tenda yaitu dengan menghitung keuntungan. Ketahuilah cara mengalokasikan biaya sewa yang masuk. Anda harus memperhitungkan besaran uang yang harus dikeluarkan untuk biaya operasional misalnya.

Agar usaha Anda berjalan lancar, Anda bisa mengalokasikan biaya sewa ke beberapa bagian seperti biaya operasional dan keuntungan pribadi. Biaya operasional bisa meliputi biaya pasang, biaya perawatan, dan sebagainya.

Setidaknya itulah 4 tips untuk membuka bisnis jasa sewa tenda untuk pemula yang ingin mencoba bisnis ini. Tentunya, empat tips di atas itu dapat dicoba oleh siapapun yang teratarik terhadap jasa sewa tenda karena dapat menguntungkan.