Siklus Haid Normal

Setiap wanita tentu ingin menjadi sosok yang sempurna. Kesempurnaan wanita salah satunya ditandai dengan adanya siklus haid. Dan agar semakin sempurna, setiap orang menginginkan siklus haid normal. Seseorang dengan siklus haid yang normal menandakan bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan stabil. Begitupun sebaliknya, jika tidak normal maka ada yang perlu diatasi sehingga menjadi lebih normal.

Beberapa Ciri dan Karakteristik Siklus Haid Normal

Kondisi tiap-tiap wanita tidaklah sama. Ada yang siklus haidnya normal dan ada juga yang sebaliknya. Banyak wanita yang mengalami kebingungan apakah siklus mereka normal atau tidak. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui ciri-ciri atau karakteristik dari siklus haid yang terbilang normal. Berikut akan diulas beberapa ciri-ciri tersebut sebagai bahan pengetahuan Anda.

1. Siklusnya Rutin Setiap Bulan

Karakteristik pertama dari siklus menstruasi yang normal adalah terjadinya menstruasi di setiap bulannya. Sekalipun penanggalan dan jadwal masing-masing wanita tidaklah sama. Namun, siklus yang teratur di setiap bulan menandakan bahwa ia dalam kondisi normal. Adapun karakteristik dari siklus bulanan wanita sendiri ada yang cenderung lebih cepat dan lebih panjang.

Adapun hitungan waktu yang terbilang normal untuk seorang wanita mengalami haid adalah antara 21 sampai dengan 35 harian. Biasanya, hal ini diiringi dengan variasi yang sangat normal antara hingga mencapai 3 hari pada masing-masing siklusnya. Jika Anda termasuk ke dalam hitungan ini, maka haid Anda terbilang normal dan lancar.

2. Volume Darah Haid Stabil

Ciri yang berikutnya dari siklus haid yang tergolong normal adalah dari segi volume haid. Sehingga, Anda bisa melihat apakah siklus Anda normal atau sebaliknya dari darah haid tersebut. Untuk melihat seberapa banyak darah menstruasi yang keluar, Anda bisa mengamatinya dari pembalut yang sedang digunakan. Meskipun daya tamping antara satu jenis pembalut dengan pembalut yang lain tidaklah sama.

Ada jenis pembalut yang berukuran 6 cc. Selain itu, ada juga yang ukurannya sedang yakni 9 cc. Sementara jenis pembalut yang memiliki ukuran besar biasanya memiliki kemampuan untuk menampung darah sekitar 15-16 cc. Haid Anda terbilang kondisi normal jika di dalam satu putaran atau siklus menstruasi dapat menghabiskan sekitar 3-7 buah pembalut. Jika lebih dari itu, maka termasuk tidak normal.

3. Durasi Menstruasi Maksimal 7 Hari

Selain itu, durasi menstruasi juga sangat menentukan apakah menstruasi seseorang terbilang normal ataukah sebaliknya. Harus diakui bahwa tiap-tiap orang memiliki durasi dan lama menstruasi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Sekalipun demikian, jika siklus menstruasi yang dialami masih terbilang dalam batasan, itu tetap tergolong normal.

Adapun durasi minimum dari siklus menstruasi normal adalah tiga hari. Kurang dari tiga hari menunjukkan bahwa siklus menstruasi seseorang terbilang tidak normal karena darahnya hanya sedikit. Sementara idealnya ada cukup banyak darah yang dikeluarkan. Adapun untuk durasi maksimum dari menstruasi yang normal adalah tujuh hari. Apabila didapati lebih dari itu, maka siklus Anda tidak normal.

4. Sindrom Pra Menstruasi

Anda juga bisa melihat normal tidaknya siklus haid dengan adanya sindrom pra menstruasi yang ada. Seseorang yang mengalami sindrom sebelum menstruasi masih dibilang memiliki siklus haid normal. Bahkan, banyak wanita yang mengalami sindrom ini. Adapun penyebab dari munculnya sindrom ini adalah karena adanya perubahan hormon pada tubuh, baik hormonnya berkurang atau bertambah.

Adanya perubahan hormon tersebut mengakibatkan mood seseorang menjadi berubah bahkan mudah marah. Sementara gejala yang dialami masing-masing individu berbeda. Ada yang berjerawat, emosinya bertambah, munculnya rasa nyeri pada bagian payudara, meningkatnya nafsu makan dan lain sebagainya. Dan hal ini dianggap sebagai suatu siklus haid yang normal.

5. Adanya Rasa Nyeri saat Haid

Banyak yang mengeluh mengalami rasa nyeri ketika haid. Sebenarnya, hal ini menunjukkan siklus haid seseorang yang normal. Rasa nyeri tersebut penyebabnya adalah karena adanya luka yang terdapat pada endometrium. Hal ini menyebabkan rasa nyeri pada bagian perut dan punggung perempuan. Sehingga, jika nyerinya terbilang wajar, Anda tidak perlu khawatir,

Adapun durasi dari rasa nyeri tersebut normalnya hanya dalam jangka waktu antara 1 sampai dengan 2 hari. Baik nyeri tersebut dirasakan saat menjelang haid atau saat haid berlangsung. Akan tetapi, Anda sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter jika rasa nyeri yang muncul bahkan melebihi 7 hari. Karena bisa jadi ini disebabkan karena adanya masalah pada tubuh dan reproduksi Anda.

6. Mengeluarkan Gumpalan Wajar

Selain beberapa karakteristik di atas, ada juga ciri lain dari siklus haid yang terbilang normal, yaitu menstruasi dengan mengeluarkan gumpalan yang wajar. Sehingga, hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena merupakan suatu fenomena yang terbilang alami. Di antara faktor yang menyebabkan adanya gumpalan salah satunya adalah karena mulut rahim yang mungkin terlalu sempit dan sebagainya.

Akan tetapi, jika kebetulan gumpalannya sudah melebihi batasan wajar atau melebihi ukuran normal, itulah yang kemungkinan terdapat masalah di dalamnya. Oleh karena itu, jika terjadi fenomena ini, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter agar bisa terlihat masalah apa yang tengah dihadapi. Namun, Anda harus tetap tenang dan sebisa mungkin hindarkan diri dari stress.

7. Warna Darah Merah Cerah

Tanda-tanda atau karakteristik dari siklus haid yang terbilang normal berikutnya adalah warna darah yang cenderung merah cerah. Adapun warna darah merah cerah ini bisa dibilang mirip dengan jus strawberry tanpa susu. Warna darah tersebut menjadi tanda bahwa siklus menstruasi Anda terbilang normal dan sehat. Sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Adapun warna merah cerah pada darah haid tersebut sesungguhnya menunjukkan bahwa aliran darah yang menumpuk di bagian panggul berjalan dengan sangat baik dan lancar. Di samping itu, darah juga tidak menyumbat atau menumpuk pada bagian uterus. Adapun berbagai warna lain misalkan kecoklatan, merag gelap dan lain sebagainya menandakan bahwa haid Anda tidak normal.

8. Sepanjang Siklus Menstruasi, Terdapat Perubahan pada Cairan Serviks

Ciri dari siklus haid normal yang terakhir adalah adanya perubahan di daerah cairan serviks di sepanjang siklusnya. Dengan melihat kepada cairan ini, maka Anda pun dapat memastikan kondisi kesehatan organ reproduksi Anda. Adapun yang mempengaruhi adanya perubahan pada cairan ini adalah adanya perubahan dari segi hormon tubuh wanita yang bersangkutan.

Perubahan pada cairan tersebut bisa jadi diawali dengan kondisi vagina yang tergolong kering karena rendahnya kadar estrogen tubuh, Kemudian, naiknya kadar estrogen seiring masa subur menyebabkan cairannya semakin banyak. Kemudian setelah proses ovulasi akan menyebabkan cairannya lengket dan mulai kering. Hal ini menandakan adanya siklus haid normal.

Setiap wanita, khususnya kalangan pemula yang sedang mencari tahu mengenai kondisi normal tidaknya haid yang dialami, bisa menjadikan ulasan penting di atas sebagai bahan rujukan dan pengetahuan.