Pesantren Suryalaya, namanya memang sudah tidak asing di kalangan masyarakat yang sedang mencari pondok untuk anak-anaknya. Secara geografis, terletak di Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat.

Pondok Suryalaya terkenal dengan inabah, yaitu sebuah program yang memang dikhususkan untuk memberikan pengobatan kepada pecandu narkoba. Metode yang digunakan berbeda dengan lainnya. Lebih ke pengenalan dzikir dan pembiasaan mengingat Allah.

Sejarah Pesantren Suryalaya

Dilansir dari pesantrenterbaik.com, Pondok Suryalaya pertama kali dirintis oleh Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad. Terkenal dengan nama panggilan Abah Sepuh. Pada masa kepemimpinannya, terjadi banyak hambatan baik dari Kolonial Belanda saat itu maupun dari masyarakat sekitar yang menentang.

Di sisi lain, segi geografis Tasikmalaya memang cukup menyulitkan sehingga banyak yang tidak mau untuk menimba ilmu di sana. Namun, seiring berjalannya waktu, pada tanggal 5 September 1905 dibangun sebuah pesantren dengan modal awal yaitu masjid di Kampung Godebag, Desa Tanjungkerta.

Pesantren tersebut diberi nama Suryalaya. Surya artinya adalah matahari dan laya adalah terbit. Jadi secara bahasa, maka Suryalaya artinya adalah tempat dimana matahari terbit. Dorongan dan motivasi terus dilontarkan oleh Guru beliau yaitu Syaikh Tholhah bi Talabuddin.

Saat itu, Pondok Suryalaya mengalami perkembangan yang sangat pesat, diakui pemerintah, sarana pendidikan terus berbenah dan santrinya semakin banyak. Bahkan, pesantren ini sudah dikenal hingga Singapura, Thailand, Brunei hingga beberapa negara di Amerika maupun Australia.

Hal ini dikarenakan keaktifan kepemimpinan Kyai dalam hal keagamaan, pertanian, sosial, pendidikan, lingkungan hidup dan kenegaraan. Beberapa waktu yang lalu, pesantren ini diberikan penghargaan oleh presiden, pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Riwayat Kepemimpinan Pesantren Suryalaya

Keberhasilan pesantren ini tidak terlepas dari kepemimpinan Kyai. Berikut riwayat lengkapnya:

1.     Abah Sepuh (1905-1956)

Abah sepuh atau Syaikh Abdullah Bin Nur Muhammad merupakan pemimpin pesantren sejak awal pendiriannya yaitu tahun 1908. Tepat tiga tahun setelah berdirinya pesantren ini, Syaikh Abdullah mendapatkan penguatan sebagai guru mursyid thoriqoh naqsabandiyah.

Sejak saat itulah Pondok Suryalaya terkenal sebagai pusatnya kegiatan thoriqoh dan beliau dibantu oleh 9 orang wakil talqin. Pada usia ke 120 tahun, abah sepuh wafat, kemudian dilanjutkan dengan putranya yang nomor lima yaitu KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin.

2.     Abah Anom

Abah Anom atau KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin mengalami banyak kendala di awal kepemimpinannya, karena pada waktu itu bertepatan dengan serangan DI/TII dan PKI. Setelah pemberontakan ini berhasil dilumpuhkan, maka perkembangan pesantren maju kembali.

Hingga saat ini, seperti yang sudah dijelaskan di atas, pesantren terkenal ke seluruh Indonesia dan mancanegara. Begitupun dengan thoriqoh naqsabandiyah.

Pesantren Suryalaya juga memiliki pendidikan formal seperti TK, SMP, SMA, SMK hingga STIE. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin memondokkan anaknya disini, perlu untuk mencari tahu seluk beluknya secara lebih mendalam.