Gambar Majas Hiperbola

Salah satu jenis majas yang sangat dikenal yaitu majas hiperbola. Majas ini sering kita temui dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA. Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas secara lengkap mengenai majas hiperbola mulai dari pengertian, ciri-ciri dan contohnya. Yuk simak ulasannya dibawah ini.

Pengertian Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah sebuah gaya bahasa yang mengandung suatu pernyataan yang berlebihan. Majas ini umumnya digunakan dalam sebuah karya sastra seperti novel atau puisi.

Tujuan dari penggunaan majas hiperbola adalah untuk meningkatkan kesan dan daya pengaruh sesuatu yang sedang dibicarakan. Majas ini termasuk dalam kategori majas perbandingan sama seperti majas metafora.

Ciri-Ciri Majas Hiperbola

Ada tiga ciri-ciri majas hiperbola, yaitu :

1. Melebih-lebihkan Sesuatu

Maksudnya, kata yang digunakan bertujuan untuk melebih-lebihkan sesuatu. Contohnya saat kamu sudah lama tidak bertemu dengan sahabatmu, kamu mungkin akan mengatakan “Setelah berabad-abad akhirnya kita bisa bertemu kembali ya”. Kata berabad-abad termasuk kata yang berlebihan, karena tidak mungkin selama berabad-abad.

2. Dramatis

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, majas ini sering digunakan dalam sebuah karya sastra dengan tujuan agar karya sastra tersebut lebih indah.

Contohnya : “Aku akan memberimu bintang, bulan, dan apapun yang kamu inginkan”. Hal tersebut tidaklah mungkin. Namun inilah cara hiperbola untuk mengungkapkan bahwa pembicara akan memberikan apa saja yang diminta kekasihnya.

3. Mempengaruhi Pembaca dan Pendengar

Kalimat-kalimat yang menggunakan majas hiperbola akan menciptakan kesan yang kuat sehingga akan mempengaruhi pembaca dan pendengar.

Contohnya : “Gunakan krim malam ini selama lima hari dan dapatkan kulit wajah secerah kristal di pagi hari”. Kalimat ini termasuk dalam majas hiperbola, karena terlalu berlebihan.

Contoh Majas Hiperbola

Berikut beberapa contoh majas hiperbola :

  • Dinda memiliki hati sedingin es sehingga tidak ada pria yang berani mendekatinya.
  • Senyumannya membuat hatiku meleleh.
  • Kata-katanya sungguh menusuk hati.
  • Pekerjaan hari ini sungguh memeras otak.
  • Rasanya otakku hampir meledak mengerjakan ujian fisika kemarin.
  • Hancur hatiku setelah mendengar pengumuman tadi.
  • Remuk hatiku melihat kau bersamanya.
  • Bunda Bela cantik sekali seperti cantiknya bidadari surga.
  • Harga minyak saat ini sedang meroket ke langit angkasa.
  • Ahmad tergesa-gesa hingga ia memacu motornya seperti kilat.
  • Doa ibu deras mengalir untuk kebaikan anaknya.
  • Model baju itu memiliki tubuh sekurus tusuk gigi.
  • Latihan hari ini membuatku mandi keringat.
  • Pengangguran di negara ini meroket bandingkan negara lain.
  • Terik matahari membakar rambutku. 
  • Noval tidak pernah kelihatan bagaikan ditelan bumi.
  • Para pahlawan berjuang sampai titik darah penghabisan.
  • Suara klakson motor itu memecahkan gendang telingaku.
  • Sampah di Jakarta bertumpuk setinggi gunung.
  • Ketika berbicara dengan Maya seakan dunia ini berhenti berputar.

Demikian penjelasan lengkap mengenai majas hiperbola. Semoga bermanfaat.