Akhir akhir media sosial banyak keluhan oleh investor saham baru yang mengaku mengalami kerugian banyak dipasar saham.

Mulai dari saham nyangkut sampai nekat meminjam uang dari pinjaman online untuk dibelikan saham dengan anggapan return dari saham dapat memberikan keuntungan melebihi nilai pokok pinjaman dan bunga dari pinjaman online. 

Hal itu terjadi tidak lepas dari melonjaknya jumlah investor saat pandemi tetapi tidak diimbangi dengan edukasi yang cukup sehingga banyak yang nekat masuk ke pasar saham padahal mindset dan kondisi mereka belum cocok di pasar saham.

1. Pemasukan Belum Stabil

Ingat investasi adalah untuk melipat gandakan kekayaan bukan untuk mendapatkan kekayaan. 

Jika masalah Anda masih di kebutuhan bulanan maka pasar saham tidak cocok untuk Anda. 

Harga saham sangat fluktuatif dan psikologi Anda akan diuji disana, jangan pertaruhkan uang bulanan di pasar saham Anda. 

Mulailah untuk memperbesar pemasukan terlebih dahulu minimal mencukupi kebutuhan hidup. Banyak opsi untuk menambah pemasukan seperti jualan online atau membuka usaha yang lebih potensial disekililing Anda.  

2. Menggunakan Hutang Dari Pinjaman Online

Kesalahan paling fatal adalah menggunakan hutang untuk investasi, ingat investasi saham beresiko tinggi. 

Bunga dari pinjaman online sangat besar dan itu fixed rate yang artinya anda harus membayarnya setiap bulan, pasti. Sedangkan hasil dari trading atau investasi itu tidak pasti.

3. Belum Memiliki Uang Darurat

Kita sering dengar tentang istilah “selalu gunakan uang dingin saat investasi saham” tapi tahukah apa arti dari uang dingin? 

Uang dingin adalah uang yang anda tidak khawatir jika uang tersebut hilang, jika uang anda investasikan, hidup Anda akan tetap baik baik saja. 

Jadi pastikan anda sudah memiliki backup uang darurat sebelum investasi saham. Jangan sampai menjual saham saat ada kebutuhan mendesak atau darurat karena proses jual saham membutuhkan waktu cukup lama yaitu 2 hari. 

Dan jika dalam kondisi mendesak kita cenderung emosional dan mengalahkan logika yang akhirnya investasi berujung kerugian. 

Apabila belum memiliki backup uang darurat mulailah untuk menyimpan uang darurat dahulu, besaran nilai uang darurat sesuaikan dengan kebutuhan bulanan anda, bisa senilai 4 bulan sampai 12 bulan kebutuhan hidup. 

Dengan adanya dana darurat investasi jadi lebih tenang.

4. Tidak Memiliki Trading Plan

Sejatinya investasi sama dengan trading hanya berbeda dalam durasi, keduanya sama sama jual beli. 

Sering dijumpai orang yang investasi tetapi tidak memiliki perencanaan sama sekali. Semua yang dibeli berdasarkan desas desus dan tidak berani bersikap.

Investor begini biasanya akan nanya orang lain saham apakah yang bagus dibeli, dan saat saham yang dibelinya turun akan kembali kebingungan tindakan apa yang harus dilakukan.

Buatlah trading plan kapan harus beli dan kapan harus jual dan konsisten mengikuti trading plan yang telah dibuat dan untuk melihat berita tentang saham atau finansial bisa melihat di vinansio.

Trading plan tidak selalu berarti tentang rentang waktu tetapi bisa juga kondisi, seperti beli ketika harga menyentuh sekian dan jual ketika harga menyentuh sekian atau menggunakan indikator lain untuk membantu membuat trading plan.