Jenis Pil KB

Sebagai sepasang suami istri, apalagi yang sudah memiliki anak, pasti ada kalanya Anda dan pasangan ingin menunda kelahiran anak. Biasanya dokter kandungan akan menyarakan untuk menggunakan beberapa pilihan KB. Salah satu cara yang cukup populer digunakan orang-orang adalah penggunaan pil KB. Hal ini karena produknya yang mudah didapat dan harganya relatif terjangkau.

Saat pertama kali diberikan saran menggunakan pil KB, kebanyakan ibu berfikir banyaknya jenis yang ditawarkan. Hal ini seringkali membuat para ibu bingung untuk mengkonsumsinya dan memilih pil KB yang cocok. Perlu diketahui, pil KB sendiri ada beberapa jenisnya. Masing-masing jenis pil tentu memiliki manfaat yang berbeda. Namun, ada dua jenis pil KB yang paling utama, yaitu yang pertama, pil KB kombinasi yang mengandung esterogen dan progestin. Kedua, minipil yang hanya m2engandung progestin.

Ada perbedaan antara kedua jenis pil KB ini. Pil KB kombinasi biasanya mengandung 21 pil aktif dan 7 pil tidak aktif atau bisa juga 24 pil aktif dan 4 pil tidak aktif. Ada juga pil KB kombinasi yang digunakan untuk jangka panjang.

Pil KB kombinasi juga dikategorikan berdasarkan dari dosis hormon, jadi bisa sama dan bisa juga berubah-ubah. Umumnya, pil KB kombinasi hanya disarankan pada perempuan normal atau tidak dalam keadaan habis melahirkan atau sedang menyusui. Namun, tingkat efektivitasnya lebih tinggi dari pil lainnya. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak memilih pil KB jenis ini karena bisa mengganggu terapi cara mengencangkan payudara dan bisa mengurangi produksi ASI.

Berbeda dengan jenis pil KB kombinasi, seluruh pil dalam kemasan minipil sifatnya aktif. Minipil hanya mengandung progestin yang merupakan bentuk sintetik dari hormon progesteron yang bersifat anti-androgen. Sehingga, selain untuk mencegah kehamilan, minipil juga dapat mengurangi jerawat dan kelebihan rambut-rambut halus di wajah. Minipil menjadi alternatif yang cukup baik untuk perempuan yang ingin menggunakan alat kontrasepsi oral dan sedang dalam masa menyusui atau tidak bisa menerima esterogen untuk alasan tertentu. Namun, banyak perempuan yang merasa sulit meminum minipil dibandingkan dengan pil KB kombinasi karena harus diminum di waktu yang sama setiap hari.

Efek Samping Berbagai Jenis Pil KB

Dibalik tujuan penggunaan pil KB, ada juga efek samping yang bisa ditimbulkan dari konsumsi pil KB. Tidak jarang efek samping ini dirasakan oleh para penggunanya, mulai dari efek yang sangat ringan hingga yang cukup mengganggu. Berikut ini adalah efek samping yang mungkin bisa terjadi:

1. Mual

efek samping pil kb

Reaksi ini mungkin akan pulih setelah dua bulan. Namun, pastikan kembali pada dokter cara menggunakan pil KB agar terhindar dari efek ini.

2. Pendarahan tiba-tiba

Penggunaan pil KB bisa memiliki efek samping berupa pendarahan yang dialami di luar masa haid tanpa di duga.

3. Peningkatan berat badan

Kadas estrogen yang terdapat di dalam pil kontrasepsi akan meningkatkan hormon jauh lebih tinggi dibanding hormon alami, sehingga sangat mungkin terjadinya peningkatan berat badan, baik akibat peningkatan nafsu makan atau penumpukan cairan tubuh.

4. Perubahan suasana hati secara mendadak

Efek samping ini dirasakan saat penggunaan awal. Sebab, tubuh masih menyesuaikan diri dengan penggunaan obat.

5. Rasa sakit dan tidak nyaman pada payudara

Biasanya terasa saat awal mengkonsumsi pil, namun jika tidak juga berkurang segera hubungi dokter spesialis. Efek lainnya, payudara bisa menjadi lebih besar atau bahkan lebih kendur. Karenanya, saat mengkonsumsi pil KB sangat dianjurkan untuk tetap berolahraga. Berolahraga juga merupakan salah satu cara membesarkan payudara.