Contoh Cerpen Persahabatan Singkat

Biasanya Cerpen akan membahas tentang kisah atau cerita seseorang, dan Cerpen sangatlah berbeda dengan jenis novel dan sebagainya.

Cerpen biasanya langsung membahas pokok isi cerita yang ada di dalam Teks Cerita Pendek.

Cerita merupakan suatu penyampaian bagaimana suatu hal atau peristiwa itu terjadi. Sementara pendek yaitu cerita yang di buat di bawah 10.000 kata atau biasanya hanaya sampai 6-10 halaman saja.

Berikut ini contoh cerpen sahabat singkat yang kami ambil dari Yuksinau.id:

Sahabat

Contoh Cerpen Persahabatan Singkat dan Struktur

Persahabatan bukan hanyakah sebuah kata. Suatu kata yang di tulis di selembar kertas putih.

Persahabatan merupakan ikatan yang tidak dapat di lepaskan oleh apapun.

Yang di toreh di atas dua hati.

Di tulis dengan tinta emas kasih sayang.

Karina sini…. cepetan. Ada sesuatu yang mau aku berikan kepada kamu”. panggil selena di waktu sore hari. “iya tunggu sbentar, kenapa sih?. kamu kan tahu kalau diriku tidak bisa melihat”. jawab dari seorang gadis dengan nama karina yang berada di depan jendela kamar.

Selena. Itulah nama gadis tadi. walaupun lahir tidak sempurna atau keterbasan fisik. Tetapi dia tidak pernah mengeluh.

Dengan semangat api yang terus membara tak pernah padam dalam dirinya. Lahir dengan kondisi tidak bisa melihat atau buta. Tidak pernah dia merasa berkecil hati, Secara fisik dirinya memang tidak bisa melihat indahnya dunia.

Tetapi mata hatinya bisa melihat ke dalam kehidupan seseorang. Selena mempunyai hoby melukis sejak dirinya masih kecil. Dengan keterbatasannya. Selena selalu mengasah bakatnya tak pernah ada dalam hatinya untuk menyerah.

duduk di bangku kelas XI di sebuah sekolah luar biasa di kotanya. Selena tidak pernah absen peringkat di kelas. Sampai guru guru termotivasi dengan semangat api pantang menyerah Selena.

Sejak kecil dari umur 4 tahun selena sudah berteman dengan Karina yaitu tetangga dekat dengan rumahnya. Karina adalah anak seorang pengusaha sukses di kotanya. Karina cantik, pintar dan terlihat sempurna.

Seperti biasanya, Karina sudah duduk di rumah tempat tinggal Selena. Mereka berdua mengobrol sambil menemani sahabatnya melukis.

“Selena, lukisan kamu indah banget, kamu ngadai pameran tunggal saja agar semua orang tau bakat kamu.” Kata Karina.

“hehe” Selena tertawa pelan melanjutkan pembicaraan ” Seandainya saja saya sanggup Rin, pasti sudah saya lakukan dari dulu.

Tapi saya bisa apa saya kan tidak bisa melihat seperti orang lain, saya itu tidak sempurna. andai saja saya mendapatkan donor mata dari seseorang, saya pasti sangat puas karena saya bisa melihat apa yang saya lukis selama ini”. ucapan selena dengan rasa sakitnya.

“Suatu hari nanti pasti Tuhan akan memberikan anugerah kepada dirimu sahabatku. pasti akan ada seseorang yang baik hati akan mendonorkan mata kepada seorang anak sebaik kamu.” Jawab Karina.

Mereka berdua memang memiliki fisik yang berbeda. tetapi tidak pernah menjadi penghalang dalam persahabatan antara Selena dan Karina. Kemanapun Karina pergi Dia selalu mengajak Selena, selain ke sekolahan karena kedua sahabat itu berbeda sekolahanya.

Sedang asik mereka mengobrol tiba-tiba saja karina mengeluh kepalanya yang terasa sakit

“aduuh kepalaku”

“kamu kenapa karina??” Tanya Selena

“ohh saya saya baik baik saja hanya sedikit sesak saja”. Ucap Karina sambil tertawa.

“Minum obat ya Rin saya takut kalau kamu kenapa-napa”. Ucap Selena yang begitu khawatir.

“Aku ijin pulang dulu ya” kata Karina sambil berjalan pulang menuju ke rumahnya.

Di saat sampai kamar Karina berkata dalam hatinya “Ya Tuhan diriku sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit yang ada di dalam kepalaku. berapa lama lagi aku akan di jemput oleh malaikatmu untuk menghadapmu”.

Ternyata Karina menderita kanker otak sejak setengah tahun yang lalu dan sudah di vonis tinggal 1 bulan masa hidupnya.

Tidak seperti biasanya pada sore hari Selena menanti temanya datang, sampai malam datang temanya pun tidak datang juga. Selena berfikir mungkin Karina sedang sibuk dengan pekerjaan rumahnya karena tidak menghampirinya.

sampai beberapa minggu terakhir, Selena tidak pernah bertemu dengan Karina.

Di suatu hari ada seseorang menghampiri Selena, Selena sudah tidak asing dengan suara bapak-bapak tersebut. Dia adalah ayah dari Karina, dan Selena pun bertanya ” om dimana Karina kok tidak pernah bertemu denga diriku di akhir waktu ini??.

“karina sekarang sudah bahagia di sana” sahut bapak Karina

“oh ya syukurlah kalo kalo Karina sudah bahagia di sana”. kata Selena

Ayah Karina pun berkata” Selena, ada seseorang yang sangat baik hati yang sudah mau mendonorkan matanya. Dan segala operasinya akan di tanggung bapak. kamu pasti bahagia kan?

“wah syukurlah siapa memangnya orang baik itu yang maun mendonorkan matanya untuk diriku, apakah sudah di pikir matang-matang perbuatanya ini akan merugikan dirinya sendiri.”

Ayah karina pun menjawab “Sudah nak dia tidak akan menyesal denga perbuatanya yang akan membantu dirimu untuk melihat keindahan dunia ini.

di hari operasi mata pun akhirnya tiba dan saat sudah selesai akhirnya Selena bisa melihat indahnya dunia. san harapanya hanyalah Karina yang ingin pertama kali Dia lihat. namun hanya ayahnya KArina sajalah yang ada di didihnya tidak tahu Karina di mana.

karena rasa penasaran yang sangat tinggi Selenapun bertanya kepada ayahnya Karina.

“siapa pak yang sudah mendonorkan matanya untuk saya”

Ayah karina hanya diam seribu bahasa. dam selena bertanya kembali

“Siapa pak?”

Ayah karina pun menjawab. “Itu adalah teman kamu, teman terdekat kamu yang sudah iklas dengan senang hati memberikan matanya kepada dirimuyang membutuhkan. Karina anak saya sudah terkena kanker otak sejak 6 bulan yang lalu dan di vonis oleh dokter tidak lama lagi sudah meninggal.

Dan di saat waktu terakhir Karina berkata kepadaku. Jika waktu itu telah tiba, kedua mataku akakn ku berikan kepada sahabatku yang lebih membuhtuhkan. karena dengan mataku ini aku bisa ikut melihat kebahagiaan yang ada dalam diri Selena.”

Dan di saat itulah pertama kalinya Selena bisa melihat dan menangis karena teman dari masa kecilnya sudah tiada.