Categories
agama

Siapa Golongan Wahabi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam kehidupan beragama tentunya kita dihadapkan dengan berbagai hal yang berkaitan dengan cara pandang seseorang terhadap agama yang dianutnya. Dalam suatu agama pasti di dalamnya terdapat berbagai gejolak konflik yang muncul dari sesama pemeluk agama.

Nah pada kesempatan kali ini kami akan sedikit mengulas mengenai siapa golongan wahabi ini. Golongan wahabi sebenarnya merupakan sebutan bagi sekelompok orang yang menganut ajaran agama Islam. 

Siapa sih yang tak kenal atau belum pernah mendengar istilah wahabi? Wahabi bukanlah agama bau, melainkan sebuah paham dalam keagamaan Islam. Wahabi sendiri sebenarnya sekelompok atau golongan orang yang beragama Islam.

Akan tetapi dalam pengamalan ajaran agamanya, mereka benar-benar mentaati salah satu pimpinan mereka yaitu Muhammad Bin Ibnu Abdul Wahab. Lantas siapakah beliau ini? Nah pada pembahasan kali ini akan kami ulas secara singkat mengenai siapa wahabi ini sebenarnya.

Kemunculan Wahabi

Wahabi muncul di Saudi Arabia sekitar abad XVII M. Paham ini muncul sebagai akibat dari rasa simpatik para pengikut dari seorang agama terkemuka saat itu yang  bernama syaik Muhammad Ibnu Abdul Wahab. Beliau lahir di Unaiyyah, Nejd Saudi Arabia tahun 1792 M. Tujuan awalnya ialah untuk memurnikan ajaran islam dari berbagai bentuk kemusyrikan.

Pada perkembangan selanjutnya menggambarkan bahwa golongan Wahabi ini terus terjerumus pada jurang tanaqud, tahrif dan distorsi terhadap ayat-ayat al-Qur’an juga hadis Rasulullah SAW. tidak hanya itu mereka juga memanipulasi nushush-nushush untuk mengkuatkan argumen-argumen mereka secara sepihak.

Golongan wahabi ini selalu meremehkan golongan lain yang tidak sepaham. Bahkan, tidak jarang mereka menuduh kafir terhadap pihak lain sesama muslim hanya karena berbeda pendapat. Sehingga menimbulkan sikap fanatic, seperti menganggap paling benar, paling mulia serta paling konsekuen dalam menjalankan syariat islam.

Lebih jauh lagi, aliran ini juga mengaku paling bersih dan murni akidahnya. Sehingga bagi golongan wahabi sendiri merasa terhindar dari segala kerusakan dan penyimpangan ajaran agama yang dianutnya.

Eksistensi Golongan Wahabi

Eksistensi golongan wahabi ini perlu dipertanyakan. Bukan hanya dalam tata cara menjalankan syariat saja yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. tetapi juga karena seringnya mereka menghukumi salah dan ahli neraka kepada golongan lain yang tidak sepaham.

Hal ini dapat dibuktikan bila golongan wahabi sedang menyampaikan dakwah atau ceramah. Cara mereka menyampaikan dakwah-dakwahnya cenderung terkesan egois, sombong dan angkuh.

Bila dicermati, sifat golongan wahabi ini mirip orang-orang kafir yahudi. Orang-orang kafir yahudi tidak pernah mau mengakui kebenaran yang datang dari luar bangsanya.meskipun kebenaran itu hal yang benar-benar datang dari Tuhan.

Bila kebenaran tersebut disampaikan oleh orang yang selain bangsanya, maka mereka tidak akan mau mendengar dan menerimanya. Paradigma tersebut bisa memicu salah paham dalam memahami ajaran Islam.

Selain itu bisa menimbulkan kekacauan di tengah kehidupan umaat Islam. Dalam hal ini Rasulullah saw. pernah mensinyalir dalam sebuah hadits sahahih mengenai akan munculnya golongan pengikut syetan.

Yaitu golongan yang selalu mengaku paling benar dan mulia. Akibatnya muncul sikap selalu memandang remeh dan hina golongan lain sehingga lahir berbagai fitnah.

Nah itulah sedikit uraian yang menggambarkan tentang sifat atau ciri-ciri dari golongan wahabi. Jadi dalam kehidupan beragama, tidaklah dibenarkan bila kita selalu merasa benar sendiri dalam menjalankan akidah-akidah agama.

Bila akidah yang dijalankan memang sudah benar sesuai dengan ajaran syariat akan tetapi pemeluk agama tidak dibenarkan bila merasa paling benar dan menganggap sesat umat seagama yang lainnya atau yang tidak sepaham.

Baca juga penjelasan tentang islam yang benar di situs nyamankubro.com

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, bila terdapat kekeliruan baik dalam tulisan atau penyampaian yang tidak sesuai, dengan lapang dada dan segala rasa terimakasih kami menerima kritik dan saran dari para pembaca sekalian.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh