Kategori
Teknologi

Cara Membatasi Pengguna WiFi

 

Di era teknologi canggih ini, hampir semua orang membutuhkan koneksi internet untuk menyelesaikan pekerjaan secara efisien. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak yang memasang Wireless Fidelity (WiFi). Hal ini karena jaringan WiFi lebih cepat dan stabil dibandingkan dengan menggunakan data seluler.

Akan tetapi, ada penyebab WiFi lamban yang harus diketahui oleh pengguna. Meskipun sudah diproteksi menggunakan password, WiFi lebih mudah dibobol. Sehingga, jumlah perangkat yang menggunakan jaringan tersebut lebih banyak dan menyebabkan koneksi lamban. Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya lakukan cara membatasi pengguna WiFi agar koneksi tetap stabil.

Cara Membatasi Pengguna WiFi Supaya Tidak Lemot

1. Menggunakan Aplikasi P2Pover

  1. Pertama, Anda harus mengunduh dan menginstal software P2Pover melalui smartphone atau PC.
  2. Setelah aplikasi berhasil diinstal, buka aplikasi P2Pover dan pilih menu “System Setting”. Kemudian pilih sesuai dengan jaringan adaptor yang digunakan, lalu pilih “Ok”
  3. Selanjutnya buka menu “Schedule Setting” dan pilih “New”. Pada tahap ini, nama dapat diatur melalui “Schedule Name”.
  4. Selesai mengatur nama di bagian Schedule, selanjutnya dapat langsung memilih “Select All”, lalu pilih “Ok”. Kemudian tutup menu Schedule.
  5. Saatnya mengatur kecepatan jaringan dengan membuka menu “Option”, kemudian pilih “Rules Setting”, lalu klik “New”. Tuliskan nama pada “Rules Name” dan bisa ditulis sesuai dengan keinginan.
  6. Apabila telah berhasil, buka menu Schedule yang sudah dibuat.
  7. Berikutnya mengatur besaran incoming atau jumlah kapasitas download, dan besaran upcoming atau kapasitas upload. Bagian ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.
  8. Pengaturan kapasitas download dan upload sudah selesai, selanjutnya klik “Next”, lalu pilih “Finish”. Kemudian tutup menu “Rule Setting”
  9. Buka menu “Scan” untuk menampilkan daftar perangkat aktif yang menggunakan WiFi. Perangkat yang terletak paling atas merupakan Lokal Host atau perangkat yang sedang digunakan untuk mengatur WiFi.
  10. Pilih salah satu perangkat yang masuk jaringan WiFi, lalu klik kanan dan muncul beberapa menu, pilih menu “Apply Rule to Host Selected”.
  11. Dengan demikian, Anda dapat mengontrol semua perangkat yang masuk. Apabila ada perangkat yang tidak dikenali blokir segera dengan klik “Drop Host Selected”.

2. Menggunakan Aplikasi NetLimiter

  • Unduh software NetLimiter melalui PC atau smartphone.
  • Setelah berhasil mengunduh, install aplikasi pada PC atau smartphone.
  • Selanjutnya, buka aplikasi NetLimiter yang menampilkan daftar aplikasi yang sedang berjalan. Dari sini juga dapat dilihat perangkat yang menyedot internet terlalu banyak.
  • Jika ingin membatasi tingkat kecepatan jaringan, berikan tanda checklist pada menu “Upload Limit” serta “Download. Kemudian, klik Kb/s. Otomatis, segera muncul “RuleEditor”.
  • Berikutnya, ubah angka dengan membuka menu “Value”, pilih “Limit”. Lalu, lakukan pengaturan dengan memilih batas angka yang Anda inginkan.
  • Langkah terakhir, langsung klik “Save”.

3. Menggunakan Aplikasi NetCut

  • Unduh dan install aplikasi NetCut pada PC atau smartphone.
  • Setelah berhasil dipasang, buka aplikasi dan langsung masuk ke menu utama.
  • Dari tampilan menu utama, Anda dapat melihat perangkat yang terhubung dengan jaringan WiFi.
  • Apabila jaringan mulai lamban, perangka yang terhubung dengan jaringan WiFi satu per satu dapat dikeluarkan.
  • Caranya, geser ke bagian kiri dengan klik tombol “Scroll” pada perangkat yang akan diblokir. Secara otomatis perangkat tersebut tidak lagi terkoneksi dengan WiFi.
  • Apabila ingin memutuskan semua perangkat, pilih “Cut of All”. Semua perangkat yang tersambung akan terputus dari koneksi WiFi, kecuali untuk perangkat yang sebelumnya tidak diberi cheklist.

Sala satu cara membatasi pengguna WiFi di atas bisa Anda coba. Dengan mengikuti langkah di atas, maka tidak ada orang lain yang bisa ikut memakai WiFi tanpa sepengetahuan Anda. Sehingga, jaringan internet Anda tidak akan lamban dan tetap stabil. Artikel ini disadur dari website Teknologi nomer 1 di Indonesia, Teknohive.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *