cara cek visa progresif terbaru

Umroh menjadi salah satu sunnah dalam agama Islam dengan mengunjungi tanah suci Mekah untuk beribadah.

Berbeda dengan haji, ibadah umrah bisa dilakukan lebih dari satu kali. Dengan kata lain, jamaah bisa berangkat beberapa kali ke tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah.

Namun jika ingin pergi umrah untuk kedua kalinya, maka wajib mengetahui cara cek visa progresif terbaru 2020.

Sebagai salah satu kebijakan pemerintah Arab Saudi sejak tahun 2017, jemaah calon umrah memang diharuskan mengetahui ketentuan terbaru mengenai visa untuk datang umrah.

Lalu, apa itu visa progresif? Bagaimana cara pengecekannya? Kami akan memberikan penjelasan selengkapnya disini.

Terutama bagi yang berencana untuk pergi umrah kembali, simak ulasan berikut.

Cara Cek Visa Progresif Terbaru 2020

cek visa progresif untuk umroh
https://alhijazindowisatapt.com/

Sebelumnya, Kami akan membahas sedikit terlebih dahulu mengenai pengertian visa progresif.

Visa progresif artinya adalah ketentuan biaya visa yang dibebankan untuk jemaah Indonesia yang melakukan umroh lebih dari satu kali.

Aturan visa progresif tersebut sebagai kebijakan pemerintah Negara Arab Saudi sejak tahun 2017 yang lalu dan masih berlaku hingga tahun 2019.

Setiap jemaah yang berencana untuk umroh lebih dari satu kali, maka mau tidak mau harus membayar visa progresif tersebut.

Ketentuan biaya visa progresif tersebut adalah sebesar SAR 2.000 atau sekitar Rp7,3 juta dengan kurs SAR 1 = Rp 3.670 untuk kedatangan pergi umroh yang berikutnya.

Cara cek visa progresif terbaru sangat mudah, calon jemaah bisa mengunjungi situs ini.

Disana akan melihat tampilan website seperti gambar berikut:

cek visa progresif
https://eservices.haj.gov.sa/

Calon jemaah hanya perlu memasukkan detail data yang diminta tersebut, dan klik submit untuk memroses.

Visa Progresif 2020 Sudah Dihapuskan

cek visa progresif 2020
https://alhijazindowisatapt.com/

Mendekati akhir tahun 2019 yang lalu, Pemerintah Arab Saudi menginformasikan bahwa ketentuan terkait visa progresif sudah dihapuskan atau dibatalkan.

Itu artinya, mulai tahun ini jemaah umroh sudah tidak perlu lagi membayar biaya tambahan visa sebesar SAR 2000 seperti kebijakan sebelumnya.

Kabar baik ini tentunya sangat disambut baik para calon jemaah umroh tahun 2020 yang ingin kembali menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.

Informasi pembatalan tersebut disampaikan secara langsung oleh Hery Sarifuddin selaku Konjen RI di Jeddah pada Septembar 2019 lalu.

Adanya perubahan kebijakan tersebut adalah bentuk upaya dari Pemerintah Saudi untuk meningkatkan jumlah jemaah umroh di tahun 2030 harus mencapai sedikitnya 30 juta orang.

Sementara di tahun-tahun kemarin, kunjungan ibadah umrah ke Tanah Suci mencapai 8 juta sampai 10 juta jemaah.

Sehingga diharapkan dengan adanya kebijakan tersebut dapat meningkatkan kembali kunjungan ibadah umrah oleh umat muslim dari seluruh dunia.

Namun perlu diketahui bahwa disaat yang bersamaan, Endang Djumali selaku Staf Teknik Haji Kantor Urusan HajiĀ  di Jeddah mengumumkan aturan baru bagi calon jemaah umrah.

Dimana dengan adanya pencabutan visa progresif tersebut makan pemerintah Arab Saudi akan memberlakukan biaya pengajuan visa umrah sebesar SAR 300 (setara Rp 1,1 juta) untuk setiap kali berangkat.

Sehingga, setiap jemaah umrah akan dikenakan biaya tersebut saat melakukan umrah untuk pertama kalinya maupun seterusnya.

Bagi yang sudah pernah umrah dan ingin kembali mengunjungi Rumah Allah, sudah pasti kebijakan tersebut menjadi kabar bahagia karena mereka tidak perlu membayar mahal untuk umrah dua kali.

Demikian informasi mengenai cara mengecek visa progresif terbaru.

Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang haji dan umroh, cek Selasar.com untuk informasi lebih lanjut.