3 Tes Medis Yang Wajib Dilakukan Oleh Wanita Dewasa

Setiap anggota tubuh baik dalam mapun luar harus tetap dijaga dan dirawat dengan baik, khususnya bagi seorang wanita. Oleh karena itu, mereka sering dianjurkan untuk melakukan medical chek up. Namun ada beberapa jenis tes yang sifatnya wajib dilakukan oleh wanita dewasa, seperti deteksi dini kanker serviks, pap smear, DNA HPV.

Ketiga jenis tes tersebut pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mengetahui dan mendeteksi adanya sel kanker yang ada pada leher rahim wanita dewasa. Hanya saja cara dan namanya saja yang membedakannya.

3 Tes Medis Yang Wajib Dilakukan Wanita Dewasa

Pada dasarnya ada begitu banyak hal yang harus dilakukan pemeriksaan oleh setiap wanita dewasa, namun yang paling penting dan wajib sifatnya setidaknya ada 3 yaitu deteksi dini kanker serviks, pap smear, DNA HPV dan berikut adalah uraiannya:

Tes pap smear

Pap smear merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui sel adanya sel kanker pada leher rahim seorang wanita. Tes ini hanya boleh dilakukan oleh wanita yang sudah menikah atau aktif secara seksual. Pemeriksaannya dilakukan dengan cara pengambil sampel sel dari dinding rahim lalu dilihat dengan mikroskop apakah itu ganas atau tidak.

Intensitas untuk melakukan tes ini tergantung pada usia seorang wanita. Bagi mereka yang berusia 30 ke atas dianjurkan minimal melakukannya sekali dalam satu tahun serta rutin. Hal itu mengingat dalam usia tersebut kebanyakan wanita memiliki resiko akan kanker serviks.

Semantara itu, bagi wanita dewasa di atas usia 65 tahun dianjurkan tes tersebut sekali dalam 3-5 tahun. Sebagai catatan pula, jika Anda mempunyai riwayat kanker serviks dari orang tua, sebaiknya lakukan konsultasi dan tes sesegera mungkin untuk menghindari keterlambatan dan untuk melakukan upaya pencegahan.

HPV DNA

Tes HPV DNA ini tidak jauh berbeda dengan pap smear, khususnya dalam hal tujuannya. HPV DNA ini untuk mendeteksi adanya DNA Human Papilloma Virus yang menyebabkan kanker serviks bahkan berpotensi mematikan. Pemeriksaan ini bisa dilakukan denfan melihat ada tidaknya DNA HPV di dalam tubuh seorang wanita.

Hasil dari pengambilan jaringan sel dari leher rahim kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari adanya DNA HPV serta tipe virusnya. Jika sudah ditemukan jenis tipenya, kemudian diteliti kembali apakah mengarah ke bahaya kanker atau tidak.

Adapun intensitas untuk melakukan tes ini bisa dilakukan jangka yang cukup lama yaitu 3-5 tahun sekali, khususnya bagi mereka yang dinyatakan negatif hasilnya. Tentunya bagi mereka yang dinyatakan positif bisa melakukan pemeriksaan lebih intensif dari itu sesuai dengan petunjuk dan anjuran dokter terkait.

Mammografi

Mammografi merupakan tes yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya sel kanker pada payudara seorang wanita. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara menekan payudara diantara lempengan, sehingga terbentuk gambar pada sinar X. Selain itu, Anda juga bisa melakukannya sendiri secara sederhana satu pekan setelah menstruasi.

Intensitas pelaksanaan tes ini didasarkan pada usia seorang wanita. Seperti yang dikatakan oleh Asosiasi Kanker Amerika bahwa wanita dengan usia sekitar 45 dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sekali dalam setahun. Kemudian bagi wanita yang berusia sekitar 55 tahun bisa dilakukan sekali dalam dua tahun.

Pengecualian bagi Anda yang mempunyai orang tua pengidap kanker payudara, sebaiknya melakukan tes mammografi sesegera mungkin. Hal itu bertujuan agar bisa melakukan pencegahan sedini mungkin.

Ketiga jenis tes tersebut sangat penting dan sebaiknya dilakukan minimal sekali. Hal itu berdasarkan pertimbangan bahwa wanita dewasa sangat rentan dengan berbagai penyakit yang berbahaya seperti beberapa jenis kanker seperti serviks dan payudara yang memang juga sering menjadi momok.