3 Rahasia Kenikmatan Kopi Kemiren

Banyuwangi tidak hanya tentang keindahan alamnya, keramahan rakyatnya, atau budaya eksotisnya. Anda juga bisa menikmati Banyuwangi dari aroma lezat kopi spesialnya. Salah satunya adalah kopi Kemiren. Kopi khas desa Kemiren, Banyuwangi ini bisa dikatakan sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Mau tahu apa rahasia di balik kenikmatan kopi Kemiren yang sudah melegenda ini? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Rahasia Kenikmatan Kopi Kemiren

Banyuwangi bisa dikatakan sebagai Kota Kopi dengan semboyannya yang sederhana: “Sekali menyeduh, kita adalah saudara”. Ada kehangatan dan kebersamaan di setiap seduhan kopi Kemiren. Tidak heran, jika pada tahun 2012, kopi Banyuwangi ini juga diperkenalkan di ajang Miss Coffee Internasional.

Ajang ini diadakan di Bali, dan banyak peserta yang mengunjungi stand kopi dari desa Kemiren ini. Kemiren juga menjadi tempat diselenggarakannya Festival Panggang Kopi. Festival ini telah memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia atau Muri.

Ada 3 rahasia kenikmatan yang dihasilkan dari kopi Kemiren di antaranya adalah :

1. Kopi ini didapatkan tepatnya di kaki Gunung ijen.

Kopi khas Kemiren ini dipanen dari perkebunan Gunung Ijen yang tentu saja struktur tanah, angin laut dan angin gunung juga memengaruhi rasa dan aroma. Tentu saja hal itu menjadikan salah satu rahasia mengapa kopi Kemiren sungguhlah nikmat.

Kualitas kopi Banyuwangi berada di peringkat keempat setelah Jamaika, Hawaii, dan Toraja. Namun untuk masalah kuantitas, Indonesia adalah produsen kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam.

Jika Anda sedang berwisata ke Kemiren, Anda dapat mengunjungi Gunung Ijen, setelah itu melakukan tur kopi dengan berkunjung ke perkebunan kopi Arabika dan Robusta di Kali Bendo, yang terletak sekitar 6 kilometer dari desa Kemiren di daerah Glagah.

2. Setelah itu kopi dipanggang dan disangrai hanya 15 menit.

Namun, untuk menyangrainya harus dilakukan di wajan tanah liat dan menggunakan tungku kayu.

3. Ukurannya sama besar

Sebelum dipanggang atau disangrai biji kopi tidak boleh dicuci serta harus memiliki ukuran yang sama besar kecilnya agar kematangan kopi saat disangrai bisa sama.

Desa Kemiren juga memiliki tradisi Ngopi Sepuluh Ewu yang mana orang-orang akan menikmati kopi bersama. Seperti namanya, Ngopi Sepuluh Ewu dapat diartikan menjadi “menikmati sepuluh ribu cangkir kopi” dan secara harfiah adalah mengadakan pesta kopi.

Ketika festival ini diadakan, rumah-rumah di sepanjang jalan utama Desa wisata adat Kemiren menyajikan kopi yang dapat dinikmati oleh pengunjung secara gratis. Selain kopi, ada juga beberapa makanan ringan tradisional yang disajikan.

Untuk mencicipi kopi dan makanannya Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya atau gratis. Jika Anda adalah pengunjung, Anda cukup memilih rumah mana saja untuk menikmati kopi dan Anda akan dilayani oleh pemilik rumah.